Cinta bagaikan 2 buah apel


Hari ini saya mendapat sebuah pencerahan yang sangat bagus sekali untuk disimak.Sebetulnya cerita ini saya dapatkan tadi siang ketika tanpa sengaja saya menguping pembicaraan ibu dan anak di sebuah warung dekat tempat saya bekerja.

Sebut saja anaknya bernama Esti dan ibunya Bu Harni.Saat saya sedang menikmati segelas es di warung Bu Harni,tahu-tahu dari arah belakang saya Esti jalan dengan tergesa-gesa.Kedua matanya sembab sepertinya habis menangis.

Benar saja tak lama kemudian dia menghamburkan badan dan memeluk ibunya seketika.Bu Harni cuma terdiam dan terheran melihatnya.Tak lama kemudian tumpahlah semua tangis Esti dalam pelukan ibunya.

Selang kemudian barulah saya tahu penyebab kesedihan Esti.Gadis berumur 23 tahun masih kuliah jurusan ekonomi.Sebentar lagi dia akan menikah dengan Anton seorang polisi muda.Tapi tak dinyana tak disangka saat masih di kampus tadi,serombongan orang mengaku sebagai keluarga mertua dari Anton,calon suami Esti.Orang-orang itu mengingatkan Esti untuk tak melanjutkan hubungan karena Anton ternyata sudah bersuami dan bukan lajang lagi.Bak disambar geledek di siang bolong hancurlah sudah hati Esti berkeping-keping.

Mendengar cerita dari Esti Bu Har cuma bisa duduk terdiam sedetik kemudian dia mulai menasehati anaknya itu.Kurang lebihnya seperti ini:

Esti anak ku,sabarlah nak,sabar.jangan terlalu bersedih hati
Justru sekarang kamu harus bersyukur nak,bersyukur karena Tuhan sudah membukakan Bobrok calon suami lebih dulu sebelum semua terlambat.Bagaimana jadinya jika pada satu hari kamu sudah menikah dan punya anak baru kamu dikasih tahu fakta ini.

Bayangkan kalau saja cinta dan jodoh itu bagaikan buah apel.Kamu diberi pilihan untuk memilih.Sekarang kamu diberikan apel setengah busuk yang tak pantas untuk kamu tangisi tapi nanti jika kamu mau sabar menanti.Akan datang pada saatnya buah apel yang terpilih dari kebun terbaik untukmu,hanya untukmu.Perbedaannya cuma sekarang dan nanti.

Terserah kamu ketika kamu tetap memaksakan untuk sekarang memilih dia itu sama saja kamu memilih apel setengah busuk itu tadi.Yang pada akhirnya hanya akan memberi rasa pahit di hidupmu.Tapi jika sekarang kamu merelakan dan memilih untuk bersabar,satu saat nanti akan datang untukmu sebuah apel pengganti yang segar harum mewangi...saat itu datang semua kebahagiaan akan berkumpul hanya untukmu sayang...

Luar biasa kata-kata Bu Harni itu begitu membekas di hati saya.Begitu saya pulang dari kantor,langsung saja saya tulis di blog saya ini.Sekali lagi kita mendapatkan pelajaran berharga dari orang lain.



0 Response to "Cinta bagaikan 2 buah apel"

Posting Komentar